Headline News

Ma’nene, Tradisi Toraja Bangkitkan Kenangan Leluhur di Tengah Modernisasi


 

Jurnalis: Syamsul Timen | Editor: RJH

Azzamtv.com | Toraja Utara, Sulawesi Selatan - Ditengah gempuran zaman AI, sejumlah daerah di Indonesia masih memegang teguh adat dan budaya Nusantara berupa ritual warisan leluhur. Bahkan, keunikan tradisi tersebut, malah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara maupun wisatawan lokal.


Di Kabupaten Toraja Utara, Provinsi Sulawesi Selatan, misalnya. Yang terletak di wilayah pegunungan ini, masih menyimpan sejumlah ritual adat yang diwariskan secara turun-temurun.


Salah satunya adalah Ma’nene, ritual penghormatan terhadap leluhur yang telah meninggal dunia.


Dalam ritual ini, jenazah yang telah puluhan tahun dimakamkan, dikeluarkan dari liang atau makam batu.


Jenazah kemudian dibersihkan, dan pakaian yang dikenakan diganti dengan pakaian baru.

Tradisi ini dilakukan masyarakat adat Toraja di Lo’ko’ Mata, Kecamatan Sesean.


Bagi masyarakat setempat, Ma’nene menjadi bentuk penghormatan dan kecintaan kepada keluarga maupun leluhur yang telah meninggal.


Kerabat yang tidak sempat hadir saat prosesi pemakaman, juga dapat mengenang sekaligus melepas kerinduan kepada orang yang telah lebih dahulu berpulang.


Ritual Ma’nene, menurut kepercayaan masyarakat adat Toraja, merupakan bagian dari penghormatan kepada para leluhur. Tradisi ini juga memiliki cerita rakyat yang diwariskan secara turun-temurun.


Dikisahkan, seorang warga Toraja bernama Pong Rumase’, menemukan sesosok jenazah yang tergeletak di jalan. Pong Rumase’ kemudian mengurus dan memakamkan jenazah tersebut, sebagaimana layaknya memperlakukan orang yang telah meninggal.


Dari kisah tersebut, masyarakat percaya, setelah Pong Rumase’ memakamkan jenazah yang ditemukannya, hasil pertanian dan peternakannya menjadi semakin melimpah.


Kepercayaan inilah yang kemudian turut melatarbelakangi pelaksanaan ritual Ma’nene, yang umumnya dilakukan setelah masyarakat menyelesaikan masa panen.


Ritual Ma’nene biasanya dilaksanakan pada bulan Agustus hingga September, dan di sejumlah tempat digelar secara berkala setiap tiga tahun sekali.


Keunikan tradisi ini pun menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara maupun pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia.


Di tengah perkembangan zaman, Ma’nene menjadi salah satu gambaran bagaimana masyarakat adat Toraja terus menjaga hubungan dengan leluhur, sekaligus mempertahankan warisan budaya yang telah diwariskan lintas generasi. (ST)

0 Komentar

© Copyright 2023 - AzzamTV