Headline News

Sedekah Tundan, Tradisi Leluhur Penolak Bala Warga Dayeuhluhur


 

Jurnalis: Beni Gondrong | Editor: RJH

Azzamtv.com | Kab. Cilacap, Jawa Tengah - Tradisi Sedekah Tundan masih terus dijaga masyarakat Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun selama ratusan tahun ini menjadi wujud rasa syukur sekaligus doa memohon keselamatan dan dijauhkan dari berbagai penyakit maupun malapetaka.


Tradisi Sedekah Tundan memiliki kaitan erat dengan tradisi Sedekah Kupat atau Babarit Kupat yang telah lama hidup di tengah masyarakat Dayeuhluhur.


Pelaksanaannya kerap disesuaikan dengan momentum adat dan penanggalan tradisional, seperti Rabu terakhir di Bulan Sapar atau Rebo Wekasan, serta rangkaian peringatan Bulan Mulud.


Dalam pelaksanaannya, warga secara gotong royong membuat ketupat sebagai bagian dari prosesi adat.


Ketupat tidak hanya dinikmati bersama, tetapi juga digunakan dalam rangkaian tradisi sebagai simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas keselamatan dan rezeki.






Tradisi ini juga dimaknai masyarakat sebagai ikhtiar batin dan doa tolak bala agar warga dijauhkan dari berbagai penyakit serta malapetaka.


Selain menjaga nilai spiritual dan budaya, Sedekah Tundan menjadi sarana mempererat kerukunan dan kebersamaan masyarakat antarwilayah di Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, yang berbatasan langsung dengan wilayah Jawa Barat.


Seperti yang dilakukan warga Desa Datar. Di sejumlah titik perbatasan dusun, masyarakat menggelar Sedekah Tundan secara bersama-sama sebagai upaya menjaga tradisi warisan leluhur.


Pemerintah desa dan tokoh masyarakat berharap generasi muda dapat terus menjaga dan melestarikan adat, budaya, serta tradisi peninggalan para leluhur. Sebab, tradisi Sedekah Tundan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari identitas dan warisan budaya masyarakat yang harus terus dijaga agar tidak hilang ditelan zaman. (BG)

0 Komentar

© Copyright 2023 - AzzamTV