Jurnalis: Ara Jaya | Editor::RJH
Azzamtv.com | Padang, Sumbar - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memperkuat pengawasan harga pembelian tandan buah segar atau TBS kelapa sawit mitra. Langkah ini dilakukan menyusul masih adanya ketimpangan harga di tingkat petani. Melalui rapat evaluasi bersama kabupaten penghasil kelapa sawit, pemerintah berupaya memastikan tata niaga TBS berjalan sesuai ketetapan harga dan petani tidak dirugikan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura menggelar rapat evaluasi pengawasan harga pembelian tandan buah segar atau TBS kelapa sawit mitra.
Rapat berlangsung di Aula Pertemuan Kantor Gubernur Sumatera Barat, Kota Padang. Kegiatan dipimpin Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang diwakili Sekretaris Daerah Sumbar, Arry Yuswandi.
Rapat juga diikuti para bupati dari daerah penghasil kelapa sawit, Ketua GAPKI, Ketua DPW APKASINDO Sumbar, serta Direktorat Hilirisasi Perkebunan Kementerian Pertanian yang mengikuti kegiatan melalui saluran daring.
Dalam sambutannya, Sekda Sumbar Arry Yuswandi menekankan pentingnya memperkuat pengawasan tata niaga kelapa sawit.
Pengawasan harga pembelian TBS kelapa sawit mitra diharapkan dapat dilakukan secara bersama-sama antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan petani mendapatkan harga yang layak sesuai ketetapan pemerintah.
Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat, Afniwirman, mengatakan rapat evaluasi menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pengawasan harga TBS di tingkat petani.
Sementara itu, Ketua DPW APKASINDO Sumatera Barat, Jufri Nur, juga menyoroti masih adanya ketimpangan harga TBS kelapa sawit di tingkat petani.
Ia berharap pemerintah kabupaten di daerah penghasil sawit dapat melakukan evaluasi serta memperkuat pengawasan terhadap tata niaga dan harga pembelian TBS.
Sumatera Barat sendiri memiliki enam kabupaten penghasil kelapa sawit, yakni Pasaman Barat, Agam, Pesisir Selatan, Solok Selatan, Dharmasraya, dan Sijunjung. Total luas hamparan perkebunan kelapa sawit di Sumatera Barat mencapai sekitar 448,82 ribu hektare. Melalui pengawasan yang lebih ketat, pemerintah berharap harga TBS kelapa sawit dapat lebih transparan dan berpihak kepada kesejahteraan petani. (AJ)








0 Komentar