Jurnalis dan Editor: Johar Hasibuan
Azzamtv.com | Karawang, Jawa Barat - Ratusan massa aksi yang tergabung dari berbagai elemen organisasi masyarakat, lembaga hukum, dan karang taruna menggeruduk Kantor ATR/BPN Kabupaten Karawang.
Massa menuntut pergantian Kepala Kantor ATR/BPN Karawang, sekaligus mendesak segera diserahkannya ribuan sertifikat tanah warga Poponcol yang diajukan melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap atau PTSL tahun 2025. Aksi sempat memanas setelah massa mendapati gerbang kantor dalam kondisi tertutup dan dijaga puluhan personel kepolisian.
Ratusan massa mendatangi Kantor ATR/BPN Kabupaten Karawang, membawa spanduk dan menyuarakan tuntutan terkait sertifikat tanah warga Poponcol dan menuntut untuk pergantian kepala kantor ATR/BPN.
Massa juga menyoroti maraknya persoalan pertanahan di berbagai daerah yang dikaitkan dengan dugaan mafia tanah. Mereka berharap persoalan serupa tidak terjadi di Kabupaten Karawang.
Selain itu, massa menduga terdapat aktivitas sebuah perusahaan yang menggunakan lahan yang diklaim sebagai tanah milik warga Poponcol.
Atas persoalan tersebut, massa meminta aparat penegak hukum turun tangan dan memastikan status serta penggunaan lahan tersebut sesuai dengan ketentuan hukum.
Kemudian, sejumlah perwakilan massa kemudian diperbolehkan masuk untuk melakukan audiensi dengan pihak Kantor ATR/BPN Karawang.
Namun, hasil audiensi tersebut justru menuai kekecewaan dari massa aksi.
Koordinator aksi, Eigen Justisi, mengklaim pihak BPN belum menyerahkan sertifikat warga dengan alasan terdapat persoalan atau konflik pada bidang tanah yang dimaksud.
Menurutnya, warga Poponcol telah menunggu lebih dari satu tahun untuk mendapatkan sertifikat tanah.
Ia menyebut jumlah sertifikat yang dipersoalkan mencapai lebih dari empat ribu sertifikat.
Massa aksi meminta BPN segera menyelesaikan persoalan ini dan menyerahkan sertifikat warga Poponcol.
Massa menegaskan akan kembali menggelar aksi apabila tuntutan mereka tidak segera mendapatkan penyelesaian.
Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Kantor ATR/BPN Karawang belum dapat ditemui untuk memberikan penjelasan terkait tuntutan massa.
Bahkan, pihak keamanan kantor sempat menghalau wartawan yang berupaya melakukan peliputan untuk meminta keterangan dari pihak BPN. (RJH)

0 Komentar